PENYEBAB, GEJALA, PENGOBATAN, DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Selain kanker payudara, kanker serviks adalah  kanker yang paling banyak membawa kematian bagi wanita. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang dan tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks yang berada di rahim bagian bawah dan terhubung ke vagina, servikslah yang menghasilkan lendir yang nantinya membantu penyaluran sperma menuju rahim, dan menjaganya agar tetap berada di dalam rahim. Pada tahap awal, kanker serviks ini hampir tidak menunjukkan gejala apapun.

Faktanya, kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak di derita oleh wanita di seluruh belahan dunia. Di Indonesia saja, pada tahun 2018(data GLOBOCAN) terdapat 32.469 kasus atau 17,2 % dari  penderita kanker perempuan di Indonesia, dan angka kematian akibat kanker ini adalah 18.279 per tahun. Artinya setiap hari ada 50 perempuan Indonesia yang meninggal dunia. Hal ini dikarenakan 80 %  para penderita datang berobat pada stadium lanjut dan 94 % dari mereka ini meninggal dalam dua tahun. Berdasarkan data ini, Indonesia berada di urutan terbanyak kedua kasus kanker serviks.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks berada di peringkat ke empat sebagai kanker yag paling sering menyerang wanita dan menyebabkan kematian. Ditambahkan, kanker ini justru paling banyak ditemukan di negara berkembang. Hal ini bisa dipahami karena pemahaman masyarakat tentang vaksinasi dan skrining untuk deteksi dini masih kurang.

JENIS KANKER SERVIKS

Kanker serviks terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Karsinoma sel skuamosa(KSS), yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim. Kanker jenis ini adalah yang paling sering terjadi. KSS berasal dari sel skuamosa.
  • Adenokarsinoma, yaitu jenis kanker yang bermula pada sel kelenjar di ssaluran leher rahim.

PENYEBAB KANKER SERVIKS

Pada sebagian besar kasus kanker serviks, human papillomavirus atau HPV adalah penyebabnya. Dari berbagai jenis HPV yang ternyata lebih dari seratus ada sekitar 13 jenis yang bisa menyebabkan kanker serviks dan hubungan seksual dan atau kontak langsung dengan kulit daerah genital. Beberapa jenis HPV bahkan tidak menyebabkan gejala sama sekali, meski jenis lain bisa menyebabkan tumbuhnya kutil pada kelamin.

HPV 16 dan HPV 18 adalah dua turunan dari virus HPV yang diketahui berperan 70 % kasus kanker serviks, dan kedua jenis HPV ini tidak menimbulkan gejala apapun. Hal ini lah yang menyebabkan banyak wanita yang tidak menyadari adanya infeksi.  Di dalam tubuh wanita, virus HPV ini akan menghasilkan dua jenis protein, E6 dan E7 yang bisa menonaktifkan  gen-gen penghambat perkembangan tumor, karenanya protein ini sangat berbahaya. Kedua protein ini juga bahkan bisa mempercepat pertumbuhan sel-sel dinding rahim. Karena pertumbuhan yang tidak wajar inilah pencetus dari mutasi gen atau perubahan gen, dan pada akhirnya menjadi penyebab kanker serviks.

FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYEBAB KANKER SERVIKS

Ada banyak factor-faktor risiko penyebab kanker serviks, antara lain:

  1. Hubungan seks dengan banyak pasangan, atau melakukan perilaku seks berisiko misalnya berbagi sex toys (mainan seks) atau seks tanpa kondom.
  2. Imounosupresi atau pengobatan atau penyakit yang mempengaruhi system imun, misal HIV.
  3. Pernah terinfeksi salah satu penyakit menular seksual seperti klamidia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pernah terinfeksi klamidiamenunjukan risiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks.
  4. Mengkonsumsi Diethylstilbestrol (DES), yaitu obat penguat kandungan atau pencegah keguguran.
  5. Obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki berat badan berlebih terdeteksi lebih mudah memiliki adenocarsinoma dalam serviks.
  6. Hamil atau melahirkan terlalu muda. Wanita yang hamil dan melahirkan pada usia terlalu muda (kurang dari 17 tahun) memiliki risiko terkena kanker serviks dua kali lebih besar.
  7. Terlalu sering hamil dan melahirkan. Wanita yang hamil dan melahirka lebih dari 3 kali berisiko lebih besar terkena kanker serviks.
  8. Kebiasaan merokok. Wanita yang merokok mempunyai risiko dua kali lebih besar daripada wanita yang tidak merokok, hal ini dikarenakan dalam rokok terdapat berbagai zat kimia yang sangat tidak baik untuk tubuh.
  9. Pola makan yang kurang / tidak sehat. Kurangnya asupan gizi seimbang meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  10. Kemiskinan. Lemahnya ekonomi akan menjadi penghalang para perempuan melakukan tes paps smear atau bahkan sekedar mendapatkan pendidikan kesehatan.

TANDA-TANDA DAN GEJALA

Pada sebagian besar kasus, HPV tidak menunjukkan gejala hingga tumor terbentuk, namun pada sebagian lain ada yang menunjukkan tanda-tanda yang terlihat, seperti tumbuhnya kutil kelamin atau kanker.  Kemudian tumor yang tumbuh ini akan mengganggu sel-sel yang sehat. Berikut adalah tanda-tanda gejala kanker serviks:

  1. Pendarahan yang tidak biasa dr vagina, seperti setelah berhubungan intim, setelah menopause, haid dalam waktu yang panjang atau diluar jadwal haid dan setelah buang air besar .
  2. Nyeri pada panggul/perut bagian bawah
  3. Nyeri saat berhubungan intim
  4. Siklus haid yang tidak teratur
  5. Mudah lelah
  6. Nyeri pada pinggang
  7. Keluarnya cairan vagina yang tidak normal, berbau menyengat dan berdarah
  8. Berat badan terus menurun
  9. Nafsu makan berkurang
  10. Terjadi pembengkakan pada salah satu / kedua kaki

PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Belum ditemukan cara jitu untuk mencegah kanker serviks, namun ada beberapa  hal yang dapat kita lakukan untuk memperkecil risiko mengalami kanker serviks.

Pap smear atau skrining serviks.

Pap smear sangat disarankan bagi wanita yang berusia 25 -49 tahun setiap 3 tahun sekali, dan untuk wanita berusia 50-64 tahun setiap setahun sekali. Hal ini dikarenakan factor usia adalah factor alami pencetus kanker serviks.semakin tinggi usia seoranag wanita maka semakin besar pula risiko terkena kanker serviks. Oleh karena itu maka pap smear sangat di anjurkan, sebab dengan pap smear maka dapat teridentifikasi perubahan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Semakin dini perubahan sel-sel abnormal ini maka semakin semakin besar peluang untuk menghilangkannya dan menghindari kanker serviks.

HPV DNA test

Tes ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya HPV penyebab kanker serviks. Tes ini dianjurkan pada wanita yang berusia 30 tahun ke atas.

Vaksinasi

Vaksin ini disarankan diberikan kepada wanita yang berusia dibawah 26 tahun. Vaksin ini dianjurkan diberikan pada wanita usia 12 -13 tahun dan diulangi setiap 6 bulansebanyak 3 kali pemberian vaksin. Memang vaksin tidak sepenuhnya mencegah dari terinfeksi HPV namun vaksin ini dapat melindungi dari 2 jenis HPV, yaitu HPV 16 dan 18.

Melakukan seks aman

Dikarenakan HPV menyebar melalui hubungan seks atau kontak kulit daerah genital, maka melakukan seks aman adalah cara untuk memperkecil risiko kanker serviks.  Hindari bergonta ganti pasangan seksual, memakai sex toy secara bergantian, dan menggunakan kondom.

Menjalani gaya hidup sehat.

Menghindari merokok dapat menjadi salah satu cara memperkecil risiko terkena kanker serviks.  Rokok mengandung berbagai zat kimia yang membuat tubuh tidak bisa melawan HPV.  Selain itu menjaga pola makan bergizi seimbang dan berolah raga yang sesuai dapat menjadi pilihan. Kelola steres dan istirahat yang cukup.

PENGOBATAN KANKER SERVIKS

Secara umum, ada tiga penanganan untuk kanker serviks. Pertama, Operasi yaitu dengan mengangkat bagian yang terkena kanker. Kedua, Radioterapi yaitu dengan memberi radiasi pada tubuh, baik secara eksternal ataupun internal. Biasanya radioterapi ini dikombinasikan dengan operasi pada kanker serviks tahap awal, dan kombinasi dengan kemoterapi  untuk kanker tahap lanjut. Kombinasi cara ini akan mengurangi rasa sakit dan perdarahan. Ketiga, Kemoterapi dapat dikombinasikan dengan radioterapi atau digunakan sendiri. kemoterapi akan mencegah pertumbuhan kanker.

STADIUM KANKER SERVIKS

Stadium 1

Tumbuhnya sel kanker di permukaan leher rahim, namun belum menyebar. Mungkin kanker telah menyerang kelenjar getah bening di sekitarnya tetapi belum menyerang organ lain di sekitarnya. Kanker bisa berukuran sekitar 4 cm atau bahkan lebih

Stadium 2

Kanker telah menyebar ke rahim namun belum mencapai bagian bawah vagina atau dinding panggul. Kemungkinan kanker telah menyerang kelenjar getah bening di sekitarnya namun belum menyerang organ lain. Kemungkinan kanker berukuran lebih dari 4 cm

Stadium 3

Kanker sudah mencapai bagian bawah vagina, menekan saluran kemihserta menyebabkan hidronefrosis. Kemungkinan besar kanker telah menyerang kelenjar getah bening di sekitarnya.

Stadium 4

Kanker telah menyerang organ-organ lain seperti kandung kemih, usus, hati, paru-paru bahkan tulang.

Angka harapan hidup penderita kanker serviks sangat tergantng pada stadium kanker yang mereka derita.  Dikarenakan tidak terdapatnya gejala awal penderita kanker serviks maka kebanakan para wanita datang untuk berobat setelah kanker sudah mencapai stadium tinggi. Berikut persentase angka harapan hidup lima tahun setelah didiagnosis menderita kanker serviks :

  1. Stadium 1, 80-93 %
  2. Stadium 2, 56-63 %
  3. Stadium 3, 32-35 %
  4. Stadium 4, 15-16 %

Persentase di atas menggambarkan bahwa  80 orang dari 100 orang penderita  kanker serviks stadium 1 dapat bertahan hidup 5 tahun setelah terdiagnosis kanker serviks.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *